Selasa, 26 April 2016

Cerita Tentang Anak Gantengku Alfa

Anakku yang satu ini sangat istimewa , sejak kecil banyak mengalami peristiwa yang menyedihkan. Semoga ke depannya sampai dewasa nanti tinggal bahagianya aamiin aamiin.

Sejak dalam kandungan usia  7 bulan (alfa nama anakku) sudah saya ajak hidup prihatin. Waktu itu bisnis suamiku mengalami kemunduran alhasil saya harus ikut mencari uang tambahan buat kelangsungan hidup kami. Waktu itu anak saya sudah 3 dan mengandung anak ke 4.

Setiap pagi saya bangun jam 03.00 membuat kue untuk dititipkan di warung-warung deket rumah. Kadang kue sudah saya bikin malam dan paginya tinggal ngemas. Jam 05.00 saya mulai jalan buat nitipin kue ke tukang sayur keliling dan warung warung  sekitar rumah yang terjangkau dengan jalan kaki.  Siangnya  muter ke pasar-pasar untuk jual jamur merang yang waktu itu masih banyak yang belum mengenal . Nggak sedikit pedagang  menolak saya titipin jamur merang bahkan ada yang mengejek, " jamur opo iki ? nang ndeso akeh urip neng wit-wit gedhe, yen dimasak lentrek-lentrek ora enak ". ("Jamur apa ini ? Didesa banyak hidup di pohon-pohon besar dimasak nggak enak). Sabar saya tanggapi aja dengan senyum dijelasin percuma mereka juga gak bakalan ngerti.

Usia kandungan 9 bulan saya mulai mengurangi bikin kue karena fisik sudah mulai nggak kuat. Tanggal 4 juli 2002 lahirlah anak laki-laki ganteng dengan berat 3050 gram dengan panjang 50 cm , yang kemudian kami beri nama Alfa Rozan Syarafi.

Singkat cerita alfa sudah menginjak usia 11 bulan. Karena ASI saya kurang dan alfa tidak mau makan , berat badan alfa sangat-sangat kurang. Kata dokter alfa menderita gizi buruk. Sehingga harus diberi makan bubur yang diberi obat seperti cairan infus setiap 1 jam .

Dengan penuh ketelatenan saya ikuti saran dokter akhirnya berat badan alfa berangsur-angsur tambah dan kondisi kesehatannya lebih baik. Alhamdulillah seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi alfa tumbuh jadi anak yang cerdas dan lucu.

Awal tahun 2011 perekonomian kami jatuh lagi bahkan harus pindah rumah. Setelah pindah rumah itu perangai alfa jadi berubah mudah tersinggung , pemarah dan pemurung. Apalagi setelah alfa mengalami kecelakaan.

Waktu itu kejadian di bulan september. Alfa merengek minta diantar cabut gigi, saya tidak bisa mengantar karena capek selasai masak buat 40 hari meninggalnya ibu. Karena alfa ngeyel tetap mau cabut gigi , saya suruh kakaknya untuk antar naik motor. Nah waktu perjalan ke dokter gigi itu terjadilah kecelakaan. Motor anak saya nabrak angkot yang berhenti mendadak. Karena alfa boncengnya di depan , wajah alfa kebentur kaca belakang . Dua gigi alfa patah dan satu copot, hidung alfa waktu itu ambles dan harus operasi pengangkatan.

Sejak peristiwa itu alfa jadi anak yang pendiam dan tidak mau sekolah lagi. Dengan bantuan kakak-kakaknya yang selalu menyemangati akhirnya alfa mau sekolah tapi minta pindah sekolah.

Alhamdulillah alfa sudah normal lagi , wajah sudah kembali ganteng. Sekarang Alfa sudah kelas 8 di SMP IT. Mudah-mudahan alfa jadi anak soleh , bahagia  sukses dunia akherat.


*Doa seorang ibu insyaallah diijabah Allah

Tien madjid

Kamis, 14 April 2016

Apa itu ORGANIK

APA itu ORGANIK ?

Perkataan “organik” sebenarnya berarti “berasal dari tanah”. Singkatnya, membawa arti “asli, alami, tidak tercemar dan lain2”, yaitu sifat- sifat produk pertanian yang dapat digunakan setiap hari.

Beberapa contoh produk organik termasuk sayuran, vitamin, pasta gigi, sabun, sabun cuci dan lain sebagainya.

Bapak teori organik, Dr. Henry Chang, menyatakan bahwa “makanan organik” berarti seluruh produk pertanian yang bebas dari pupuk kimia, bahan kimia atau bahan tambahan sejak permulaan, yaitu seluruhnya alami.

Beberapa contoh cara-cara bertani tersebut termasuk membajak tanah secara tradisional, menggunakan pupuk alami atau tanah yang memang subur, atau memasukkan cacing kedalam tanah untuk menggemburkan tanah melalui kegiatan penggalian lubang yang alami. Hal ini menyebabkan tanah teroksidasikan, sehingga meminimalkan pencemaran tanah, udara, dan air di kawasan tanah tersebut.

Walaupun pupuk-pupuk kimia dapat membantu pertumbuhan, meningkatkan produktivitas tanah dan selanjutnya memberikan hasil yang lebih baik, namun hasil tersebut hanya INDAH diPANDANG tanpa banyak manfaat. Produk-produk hasil olahan pertanian tersebut, mungkin banyak mengandung air yang mempengaruhi rasa asli sayur-sayuran yang sebenarnya atau kwalitas makanan tumbuh-tumbuhan an itu.

Peternakan hewan secara organik juga dimulai dengan pemberian makanan organic. Makanan-makanan tersebut bebas dari hormon pertumbuhan, dan hewan ternak juga tidak perlu disuntik dengan hormon tambahan lain. Misalnya, jika sapi penghasil susu diternak di padang rumput organik, maka susu dan daging yang dihasilkan juga dikategorikan sebagai produk organic. Siapa saja yang pernah memakan daging ayam “kampung” tentu saja berpendapat bahwa daging ayam tersebut lebih sedap dibandingkan dengan daging ayam yang berasal dari peternakan komersil.

Oleh itu, Dr. Henry Chang yakin bahwa umur manusia dapat mencapai 100 tahun, tetapi sebagian besar manusia tidak dapat berumur panjang karena makanan mereka mengandung terlalu banyak bahan kimia dan Toksin.

Hal ini mempengaruhi fungsi-fungsi sistim kekebalan mereka, sehingga mengakibatkan tekanan darah tinggi, kanker darah (leukemia) serta penyakit-penyakit penyakit di zaman modern lainnya.

Kita bisa membandingkan kualitas kesehatan kita dengan anak-anak kita saat ini, dulu saat musim hujan kita masih sering bermain di bawah curahan hujan tanpa masalah sama sekali, kondisi ini ini jauh berbeda dengan anak-anak zaman sekarang yang memiliki system pertahanan tubuh yang lemah, sehigga lebih mudah terserang flu, batuk demam dsb.

Kualitas makanan, udara dan kebiasaan hidup serba instant yang banyak mengakibatkan berbagai macam masalah kesehatan.